Thursday, October 9, 2014

Foglamp Luxeon

Iseng, gantiin foglamp lama yang H3, kebetulan udah burem dan retak juga kacannya, akhirnya coba browsing dapet deh jenis lampu sorot luxeon, wattnya sih kecil cuma 10w, tapi terang bingiiitttsss.....apalagi bawaannya udah pake seperti projector lens.

luxeon 10 watt
Ditebuslah 4 set lampu luxeon warna hitam, rencananya mau di pasang sepasang kanan kiri. Setelah itung2an untuk bracketnya, dan diusahakan saya gak mau merubah dudukan aslinya, maka datengnya ke tukang las minta dibuatkan sesuai dengan dummy dan ukuran yang saya buat.

penampakan di pasang di kijang grand



 
******* SALE ******
Foglamp Luxeon 2nd berikut bracket untuk dipasang di kijang grand (seperti gambar diatas) plug n play tanpa merubah dudukan lampu sein yg lama. Minat? Silahkan PM yaah :)


Thursday, September 25, 2014

Upgrade kampas rem depan Kijang

Pernah ngalamin gak suka bunyi berdecit klo lagi ngerem? kalau iya kemungkinan itu dari kampas remnya, bisa kotor atau bisa juga bahan kampasnya kurang bagus atau banyak mengandung campuran metal.

Enaknya main kijang itu ketersediaan partnya banyak banget, dari asli jepang, ori, lokal, KW1, KW2, KW3, bahkan palsu juga ada hehehe...

Salah satunya adalah merk TDW, yang ternyata memproduksi kampas rem untuk toyota juga. Ada yang bilang barangnya sih sama, bedanya cuma yang toyota ada grafis logo toyotanya sedangkan yang TDW tidak, tapi dua-duanya ada logo TDWnya :D

kampas rem merk TDW, kualitas setara orisinal




Karena lebih murah TDW dengan kualitas sama dibanding Original Toyotanya, maka saya memilih merk TDW. Tapi entah kenapa di mobil saya kok sering sekali berdecit dan abu ampas remnya juga lumayan banyak.


logo "トヨタ"
Akhirnya dapet wejangan dari suhu di TKCC, yaitu Alm. Mas Opi, kalo mau upgrade kampas rem cari yang masih asli jepang, cirinya ada logo "トヨタ" atau biasa orang nyebut "TEA". Harganya lumayan lebih mahal dibanding original astra punya, tapi paham klo sudah merasakan khasiat merk import, pakemnya poollll....beda bangeeet pokonya, ngerem langsung berehenti, padalah sebelumnya kampas rem masih tebel banget. Untuk suara berdecit ketika ngerem langsung hilang walaupun sudan dipakai tahunan.....hmmm, kenapa yah? padahal sama2 asli Toyota?   *uhuuuk

kampas rem import jepang, cirinya ada logo "トヨタ"
perbandingan antara kampas import toyota jepang dengan merk TDW / lokal

Note: Artikel ini hanya sharing saja, dan tidak ada maksud menjelekkan merk tertentu, hanya berdasarkan pengalaman pemakai, jadi pilihan balik lagi ke masing-masing

Ganti visco dengan electric fan

Kipas Radiator memegang peranan penting didalam sistem pendinginan mesin..Kipas ini berfungsi mendinginkan radiator, yaitu menghisap panas dari radiator. Pada umumnya sistem penggerak kipas ini ada dua jenis. Yang pertama model konvensional, yaitu kipas radiator menjadi satu rangkaian dengan waterpump dan diputar oleh v-belt yang terhubung dengan 'pulley cranksaft', yang kedia adalah sistem electric atau electric fan. (hadoq)
  
kipas visco pada mesin sejajar

Sebenarnya pada awalnya sistem electric fan hanya digunakan pada kendaraan yang berpenggerak roda depan (FF) dikarenakan posisi mesin yang melintang sehingga tidah dimungkinkan apabila memakai sistem kipas konvensional. Namun tidak semua jenis mesin sejajar menggunakan sistem kipas konvensional, contohnya adalah pada mobil Avanza dan Xenia, walaupun mesinnya sejajar, tapi menggunakan kipas electric.


mesin Avanza


KELEBIHAN & KEKURANGAN
Ada beberapa kelebihan dan kekurangan menggunakan kipas elektrik / electric fan, diantaranya adalah :

Kelebihan
1. Menggunakan kipas elektrik, mesin tidak mendengung kencang ketika di gas pada rpm tinggi, karena perputaran kipas tidak mengikuti putaran mesin akan tetapi diatur oleh yang namanya thermoswitch. (hadoq)

2. Waterpump bekerja lebih ringan karena tidak mendapat beban dari kipas yang bekerja seperti flywheel pada kecepatan tinggi.


3. Efesiensi kerja mesin akan meningkat karena tidak harus memutar kipas.


4. Kipas electric hanya bekerja saat dibutuhkan, sedangkan kipas konvensional bekerja kapan pun.

misalnya pada saat macet maupun kencang tiupan kipas stabil berbeda dengan kipas konvensional.

Kekurangan

1. Lebih mahal dibanding sistem konvensional
2. Kipas konvensional terkenal lebih bandel, sedangkan kipas elektrik butuh maintenance yang berkala, seperti adanya umur dinamo kipas yang musti diganti
3. Butuh tambahan supply listrik, otomatis dinamo ampere musti di upgrade (hadoq)

Semua kembali ke masing2 pengguna, dan tujuannya apa modifikasi ini serta resikonya. Kalau tujuannya adalah ingin mengurangi beban mesin dan menambah tenaga, maka perubahan ke elektrik fan dianggap perlu.


BAHAN-BAHAN
Atas dasar itu, maka saya coba mengganti visco fan di kijang saya dengan electrik fan. Parts yang dibutuhkan untuk modifikasi ini adalah.

1. Electric Fan
Setelah melakukan perhitungan dimensi ruangan yang tersedia, maka diputuskan yang paling cocok adalah menggunakan rumah electric fan toyota vitz, yang secara maintenance juga masih murah apabila harus mengganti dinamonya. (hadoq)

electric fan toyota vitz

Sebelum melakukan modifikasi ini, saya survey harga dinamo, dan untuk Denso lokal, buatan Denso Indonesia harga dinamo sekitar 300-400rb, sedangkan Denso Jepang sekitar 600-700rb (Kode Barang 168000 - 3540).

Sangat kebetulan sekali, dimensi rumah elektrik fan ini sama persis dengan dimensi radiator kijang, sehingga pendinginannya dapat maksimal.

2. Thermoswitch
Thermoswitch ini berfungsi sebagai sensor temperatur pada radiator coolant, sehingga kipas akan bekerja/on ketika suhu mencapai 80 derajat celcius. Disini saya menggunakan thermoswitch Forsa dengan asumsi harga tidak terlalu mahal dan apabila ada problem mudah dicari di toko sparepart.

Thermoswitch ini di pasang pada pipa yang sudah dibuat dudukan drat Thermoswitch.

 
thermoswitch suzuki Forsa on di 80 derajat


3. Relay
Fungsinya mengatur ketika mendapat trigger dari thermoswitch, maka akan mengaktifkan kipas.
Disini saya menggunakan dua buah relay, yang pertama mendapat trigger dari thermoswitch ketika suhu tercapai, yang kedua mendapat trigger dari kompressor ac ketika ac on. (hadoq)


skema relay

4. Adaptor Thermoswitch
Fungsinya sebagai rumah untuk penempatan thermoswitch, atau bisa juga dibuatkan langsung pada radiator. 


adaptor switch by tanggomotor

adaptor switch by HKS

TAHAP PENGERJAAN
1. Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mencopot kipas visco dan shroud / rumah kipas yg lama.

2. Tahap kedua adalah membuat dudukan paut pada elektrik fan yang akan dipasang mengikuti lubang baut pegangan rumah kipas yang lama. (baut2 nya masih memakai aslinya)

3. Ketiga adalah, memotong selang radiator bawah untuk memasang adaptor thermoswitch. Banyak salah paham orang memasang pada selang radiator atas dikarenakan suhunya lebih cepat tercapai pada selang atas karena panas dari mesin disalurkan melalui selang radiator atas. Akan tetapi nantinya kipas elektrik akan bekerja terus menerus, dan lebih sering ON-nya dan menyebabkan umur kipas menjadi lebih pendek.

4. Membuat rangkai relay dan merangkai dalam 2 box relay agar rapih dan aman dari air.




Enaknya pake punya vitz ini, reservoir air radiatornya built in dgn rumah kipas elektrik, sehingga lokasi reservoir yang lama bisa digunakan untuk box relay :)


Selamat mencoba....:)

Tuesday, September 23, 2014

Modifikasi Idle Up Kijang

Pernah gak klo naik atau punya kijang ketika AC ON mesin bergetar sesaat sebelum RPM naik? ada yang bilang masalahnya di idle up yang minta ganti, ada yang bilang selenoid vacuum AC nya udah lemah. Semua hal diatas ada benarnya, tapi belum tentu juga karena itu. Kadang walaupun sudah kita ganti, tetep aja masalah geter diawal AC ON tetap terjadi.

Kenapa sih masalahnya? Saya coba buatkan ilustrasi vacuum idle up pada kijang, agar jelas sebenarnya dan bagaimana sistemnya bekerja dan apa yang menyebabkan kok RPM bisa naik :)

tuas akan tertarik apabila AC ON menyebabkan RPM naik
terlihat ada jeda ketika AC ON


tuas idle up kita ganjel
penampakan setelah diganjal
selamat mencoba....:)

*uhuuk

Oil Catch Tank

waahh...ada sale OCT di tanggomotor......sikaaattt hehehe....

Fungsi OCT adalah menangkap uap oli yang terhisap oleh saluran manifold masuk kedalam ruang bakar, sehingga udara yang dihisap oleh mesin didalam ruang bakar benar-benar bersih tidak tercampur oleh uap oli, sehingga ruang bakar mulai dari manifold sampai piston bersih dari uap oli yang dibakar.

Ketika suhu mesin tercapai (80-90 derajat celcius), ruang oli (crankcase) mendapat tekana dan panas yang tinggi sehingga oli menguap melalui saluran PCV dan menuju manifold. Makin lama kondisi ini dapat menumpuk sisa uap oli yg tidak terbuang ke saluran knalpot, menyebabkan penumpukan kerak. Sama kaya pembakaran sate, pasti kerak timbul akibat lemak daging yg terbakar dan susah untuk di bersihkan :) *lapeer

Oli mesin pasti akan berkurang, dalam jumlah yg sedikit itu adalah normal, karena terjadi penguapan, apalagi beberapa jenis oli tertentu semisal full synthetic pasti penguapannya lebih tinggi dibanding oli mineral.

nah, dengan adanya oil catch tank, maka uap oli yang bercampur udara akan ditangkap dan dipisahkan di oil catch tank, sehingga hanya menyisakan udara yg masuk ke intake manifold.

berikut penampakannya :D


paket D1 spec oil catch tank, dapet bracket, selang, baut2, klem dan oil tanknya
tampak depan, sebelah kiri adalah indikatro apabila oli sudah penuh. bagian bawah ada draip plug nya.
lubang in dan out selang. sayangnya setelah dibuka bagian dalemnya polos alias hanya tabung saja.
copot salah satu saluran masuknya (saya pilih sebelah kanan) lalu tambahkan selang anti panas sepanjang tabung, atau sampai mentok ke dasar dengan maksud oli yg tersedot akan lgsg menuju dasar tabung
siapkan saringan dari sabut cuci yg terbuat dari stainless
pasangkan pada selang
rakit kembali pada tutupnya
pasang kembali. kebetulan posisi yg menurut saya paling pas itu adalah di engine bay sebelah kiri, dekat dinamo wiper.
selang dari PCV valve menuju saluran masuk yg di modif tadi
penampakan setelah jadi
 selamat mencoba...hehehehehe....

*uhuuk

Lubang Nafas

Sebenernya ide ini nyontek dari modifikasi motor2 balap atau underbone yang sebelumnya sudah mengaplikasikan cara ini. Simpelnya adalah gimana caranya agar suhu oli dibuat semakin dingin sehingga kerja mesin menjadi maksimal. Dan konon katanya kalo dimotor bisa meningkatkan power sampai 0.5 dk!. Mayan kan? kenapa gak iseng aja nyoba, toh gak ada ruginya hehehe....

Lubang napas letaknya berbeda-beda. Di motor sport atau bebek, lubang napas terpasang di karter. Tapi, di motor matik lubang napas terpasang di kepala silinder. Misalnya di Yamaha Mio, lubang napas terpasang di tutup rantai keteng. Sebenernya kalo di kijang udah ada teknologi ini, yaitu PCV valve yg tujuannya membuang tekanan berlebih termasik panas dari uap oli yg dihasilkan akibat proses kerja mesin.

Karena panas pelumas dibuang membuat suhu oli jadi lebih adem. Tekanan di ruang karter juga jadi lebih rendah. Membuat sil oli tidak mudah jebol karena tekanan oli yang berlebihan. Maka dari itu di aplikasi balap yang mempunyai suhu tinggi, mekanik memasang lubang nafas tambahan.

Malah ada yang namanya crankcase evacuation system, yaitu menyedot paksa panas uap oli tapi tidak oleh vacuum dari manifold, akan tetapi ada yang memakai pompa tambahan, ada yang juga mengandalkan sedotan dari knalpot! Dan menurut tunner di sana lumayan banyak menambah horse power buat mesin2 balap mereka.

salah satu link youtube tentang crankcase evacuation system
http://www.youtube.com/watch?v=LzaBV1DUnb0

Nah, dari ide itu, iseng2 deh bikin saluran buang tambahan buat di kijang...hehehe....ngambilnya dari tutup lubang oli ajah :D

siapkan tutup pengisian oli, saya beli yang baru murah kok cuma 20rb, bor ke tukang bubut 15rb

seal karet PCV valve, klo gak salah ini punya starlet atau twincam deh...

PCV valve, sisa dulu bekas ngoprek, bisa pake punya mobil apa aja, klo gak salah ini punya ford

penampakan setelah jadi :)

kaya di mesin2 balap liar kan hehehe.....




selamat DIY yaa oomm....hehehe

*uhuuk

Tuesday, July 8, 2014