Tuesday, June 2, 2015

Mengakali koil Crame Cams Patah

crane cams PS91 coil

Awalnya oom M, seorang member komunitas TKKC hendak mencar ikoil aftermarket yang pas dikantong tapi performance bisa diatas standarnya. Browsinglah beliau, sampai akhirnya ketemu seseorang yg ingin menjual koil Crane Cams PS91 nya. setelah deal harganya dan melakukan pembayaran, maka barang tersebut dikirim melalui jasa pengiriman.

penampakan 1

Paketan sampe doong....seneng dan gak sabar pastinya pengen buka kiriman koil yg dimaksud. alangkah kagetnya ternyata si koil ada cacat fisik....:(
ternyata bagian terminal tinggi atau colokan kabel koilnya sudah patah. waahh celaka tigabelas nih, padahal barang udah dibayar.....hiikss

pataahh...

Oom M gak ilang akal doong, digantilah terminal tegangan tinggi tersebut dengan menggunakan mur...hehehe, alhasil semua lancar, koil gak ada masalah dan pengapian normal.....

Hingga suatu hari oom M sharing di grup, bahwa ada problem kabel koilnya sering longgar akibat rumah terminal sudah pecah alias tidak ada. sehingga performance koil kadang berkurang. setelah dilihat ternyata problemnya adalah karena karet tutup kabel busi (chop) yg ke koil tidak memegang sempurna.

crane cams coil

thanks to Oom M :D

Cara menyetel pedal kopling / free play pedal

mungkin temen-temen disini pernah ngerasain masalah persneling susah masuk, atau angkatan pedal koplingnya terlalu tinggi/terlalu sedikit atau free play yg terlalu sedikit.

kali ini kita akan membahas bagaimana cara menyetel ketinggian pedal kopling atau free play pedal kopling agar sesuai dengan karakter pengemudi untuk kenyamanan kita berkendara….hehe



Gambar A


Pedal Kopling
Pedal kopling menghasilkan tekanan hidraulik dari master cylinder dengan kekuatan dari tekanan pedal melalui batang pusrod master cylinder atas. Tekanan hidraulik digunakan oleh release cylinder yang akhirnya kopling dapat menghubungkan dan memutuskan tenaga mesin.

Free Play
Free play pedal kopling adalah jarak bebas saat pedal kopling mulai ditekan hingga release bearing mulai menekan diaphragm spring.

Ketika disc clutch aus, free play akan berkurang. Jika keausan disc clutch terus berlanjut, hingga tidak ada lagi free play, maka akan mengakibatkan kopling selip. Karena itu, sangat penting untuk menyetel panjang push rod pada release cylinder agar free play pedal kopling terpelihara dengan tetap.




Gambar B


Tools
Alat/Tools yang perlu disiapkan adalah:
1. kunci 12
2. tang jepit
3. teh botol
4. rokok


Cara menyetel
untuk menyetel jarak ketinggian pedal, maka kita harus mengolong di bawah stir, nanti terlihat ada baut 12 (poin C, gambar A) yang perlu dikendurkan.(lihat poin 1, gambar B) setelah di kendurkan lalu putar batang pushrod yg menekan master kopling atas (poin D, gambar A) kearah:

1. ke arah Kanan, apabila ingin jarak angkatan pedal menjadi lebih rendah, angkat sedikit mobil jalan atau ketika pedal kopling diangkat sedikit.  Setelan ini cocok di pakai di lalu lintas perkotaan yang cenderung macet. (poin 2A, gambar B)


2. ke arah Kiri, apabila ingin jarak angkatan pedal lebih tinggi. Setelan ini biasanya cocok apabila trek yang dilalui sering di jalan lurus atau menanjak. (poin 2B, gambar B)

Catatan:
harap memutar sedikit demi sedikit batang pushrodnya ketika menyetel, karena apabila terlalu banyak nanti batang pushrod akan lepas dari injakan pedal kopling.


Sebenernya tidak ada patokan, semua kembali lagi selera masing-masing, karena ada yang suka lebih rendah ada juga yang suka lebih tinggi angkatan pedalnya.

Selamat mencobaa......:D

Tips:
1. untuk menyetel ketinggian batang pusrod lebih maksimal apabila dilakukan setelah mobil dipakai bukan pada saat pagi hari belum dipakai.
2. apabila plat kopling sudah tipis, sehingga persneling susah masuk, coba dulu setel ketinggian pedal kopling dengan memutar kearah kiri. Biasanya trik ini sedikit membantu sebelum nantinya plat kopling divonis untuk diganti.
3. ketinggian pedal yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan plat kopling lebih cepat tipis karena jarak free play pedal menjadi lebih sedikit.

Wednesday, April 15, 2015

Thursday, October 9, 2014

Foglamp Luxeon

Iseng, gantiin foglamp lama yang H3, kebetulan udah burem dan retak juga kacannya, akhirnya coba browsing dapet deh jenis lampu sorot luxeon, wattnya sih kecil cuma 10w, tapi terang bingiiitttsss.....apalagi bawaannya udah pake seperti projector lens.

luxeon 10 watt
Ditebuslah 4 set lampu luxeon warna hitam, rencananya mau di pasang sepasang kanan kiri. Setelah itung2an untuk bracketnya, dan diusahakan saya gak mau merubah dudukan aslinya, maka datengnya ke tukang las minta dibuatkan sesuai dengan dummy dan ukuran yang saya buat.

penampakan di pasang di kijang grand



 
******* SALE ******
Foglamp Luxeon 2nd berikut bracket untuk dipasang di kijang grand (seperti gambar diatas) plug n play tanpa merubah dudukan lampu sein yg lama. Minat? Silahkan PM yaah :)


Thursday, September 25, 2014

Upgrade kampas rem depan Kijang

Pernah ngalamin gak suka bunyi berdecit klo lagi ngerem? kalau iya kemungkinan itu dari kampas remnya, bisa kotor atau bisa juga bahan kampasnya kurang bagus atau banyak mengandung campuran metal.

Enaknya main kijang itu ketersediaan partnya banyak banget, dari asli jepang, ori, lokal, KW1, KW2, KW3, bahkan palsu juga ada hehehe...

Salah satunya adalah merk TDW, yang ternyata memproduksi kampas rem untuk toyota juga. Ada yang bilang barangnya sih sama, bedanya cuma yang toyota ada grafis logo toyotanya sedangkan yang TDW tidak, tapi dua-duanya ada logo TDWnya :D

kampas rem merk TDW, kualitas setara orisinal




Karena lebih murah TDW dengan kualitas sama dibanding Original Toyotanya, maka saya memilih merk TDW. Tapi entah kenapa di mobil saya kok sering sekali berdecit dan abu ampas remnya juga lumayan banyak.


logo "トヨタ"
Akhirnya dapet wejangan dari suhu di TKCC, yaitu Alm. Mas Opi, kalo mau upgrade kampas rem cari yang masih asli jepang, cirinya ada logo "トヨタ" atau biasa orang nyebut "TEA". Harganya lumayan lebih mahal dibanding original astra punya, tapi paham klo sudah merasakan khasiat merk import, pakemnya poollll....beda bangeeet pokonya, ngerem langsung berehenti, padalah sebelumnya kampas rem masih tebel banget. Untuk suara berdecit ketika ngerem langsung hilang walaupun sudan dipakai tahunan.....hmmm, kenapa yah? padahal sama2 asli Toyota?   *uhuuuk

kampas rem import jepang, cirinya ada logo "トヨタ"
perbandingan antara kampas import toyota jepang dengan merk TDW / lokal

Note: Artikel ini hanya sharing saja, dan tidak ada maksud menjelekkan merk tertentu, hanya berdasarkan pengalaman pemakai, jadi pilihan balik lagi ke masing-masing

Ganti visco dengan electric fan

Kipas Radiator memegang peranan penting didalam sistem pendinginan mesin..Kipas ini berfungsi mendinginkan radiator, yaitu menghisap panas dari radiator. Pada umumnya sistem penggerak kipas ini ada dua jenis. Yang pertama model konvensional, yaitu kipas radiator menjadi satu rangkaian dengan waterpump dan diputar oleh v-belt yang terhubung dengan 'pulley cranksaft', yang kedia adalah sistem electric atau electric fan. (hadoq)
  
kipas visco pada mesin sejajar

Sebenarnya pada awalnya sistem electric fan hanya digunakan pada kendaraan yang berpenggerak roda depan (FF) dikarenakan posisi mesin yang melintang sehingga tidah dimungkinkan apabila memakai sistem kipas konvensional. Namun tidak semua jenis mesin sejajar menggunakan sistem kipas konvensional, contohnya adalah pada mobil Avanza dan Xenia, walaupun mesinnya sejajar, tapi menggunakan kipas electric.


mesin Avanza


KELEBIHAN & KEKURANGAN
Ada beberapa kelebihan dan kekurangan menggunakan kipas elektrik / electric fan, diantaranya adalah :

Kelebihan
1. Menggunakan kipas elektrik, mesin tidak mendengung kencang ketika di gas pada rpm tinggi, karena perputaran kipas tidak mengikuti putaran mesin akan tetapi diatur oleh yang namanya thermoswitch. (hadoq)

2. Waterpump bekerja lebih ringan karena tidak mendapat beban dari kipas yang bekerja seperti flywheel pada kecepatan tinggi.


3. Efesiensi kerja mesin akan meningkat karena tidak harus memutar kipas.


4. Kipas electric hanya bekerja saat dibutuhkan, sedangkan kipas konvensional bekerja kapan pun.

misalnya pada saat macet maupun kencang tiupan kipas stabil berbeda dengan kipas konvensional.

Kekurangan

1. Lebih mahal dibanding sistem konvensional
2. Kipas konvensional terkenal lebih bandel, sedangkan kipas elektrik butuh maintenance yang berkala, seperti adanya umur dinamo kipas yang musti diganti
3. Butuh tambahan supply listrik, otomatis dinamo ampere musti di upgrade (hadoq)

Semua kembali ke masing2 pengguna, dan tujuannya apa modifikasi ini serta resikonya. Kalau tujuannya adalah ingin mengurangi beban mesin dan menambah tenaga, maka perubahan ke elektrik fan dianggap perlu.


BAHAN-BAHAN
Atas dasar itu, maka saya coba mengganti visco fan di kijang saya dengan electrik fan. Parts yang dibutuhkan untuk modifikasi ini adalah.

1. Electric Fan
Setelah melakukan perhitungan dimensi ruangan yang tersedia, maka diputuskan yang paling cocok adalah menggunakan rumah electric fan toyota vitz dengan dinamo radiatornya menggunakan toyota harrier. Parts Number 168000 - 3540. (hadoq)

electric fan toyota vitz
Sangat kebetulan sekali, dimensi rumah elektrik fan ini sama persis dengan dimensi radiator kijang, sehingga pendinginannya dapat maksimal.
2. Thermoswitch
Thermoswitch ini berfungsi sebagai sensor temperatur pada radiator coolant, sehingga kipas akan bekerja/on ketika suhu mencapai 80 derajat celcius. Disini saya menggunakan thermoswitch Forsa dengan asumsi harga tidak terlalu mahal dan apabila ada problem mudah dicari di toko sparepart.

Thermoswitch ini di pasang pada pipa yang sudah dibuat dudukan drat Thermoswitch.

 
thermoswitch suzuki Forsa on di 80 derajat


3. Relay
Fungsinya mengatur ketika mendapat trigger dari thermoswitch, maka akan mengaktifkan kipas.
Disini saya menggunakan dua buah relay, yang pertama mendapat trigger dari thermoswitch ketika suhu tercapai, yang kedua mendapat trigger dari kompressor ac ketika ac on. (hadoq)


skema relay

4. Adaptor Thermoswitch
Fungsinya sebagai rumah untuk penempatan thermoswitch, atau bisa juga dibuatkan langsung pada radiator. 


adaptor switch by tanggomotor

adaptor switch by HKS

TAHAP PENGERJAAN
1. Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mencopot kipas visco dan shroud / rumah kipas yg lama.

2. Tahap kedua adalah membuat dudukan paut pada elektrik fan yang akan dipasang mengikuti lubang baut pegangan rumah kipas yang lama. (baut2 nya masih memakai aslinya)

3. Ketiga adalah, memotong selang radiator bawah untuk memasang adaptor thermoswitch. Banyak salah paham orang memasang pada selang radiator atas dikarenakan suhunya lebih cepat tercapai pada selang atas karena panas dari mesin disalurkan melalui selang radiator atas. Akan tetapi nantinya kipas elektrik akan bekerja terus menerus, dan lebih sering ON-nya dan menyebabkan umur kipas menjadi lebih pendek.

4. Membuat rangkai relay dan merangkai dalam 2 box relay agar rapih dan aman dari air.




Enaknya pake kipas ini, reservoir air radiatornya built in dgn rumah kipas elektrik, sehingga lokasi reservoir yang lama bisa digunakan untuk box relay :)


Selamat mencoba....:)

Tuesday, September 23, 2014

Modifikasi Idle Up Kijang

Pernah gak klo naik atau punya kijang ketika AC ON mesin bergetar sesaat sebelum RPM naik? ada yang bilang masalahnya di idle up yang minta ganti, ada yang bilang selenoid vacuum AC nya udah lemah. Semua hal diatas ada benarnya, tapi belum tentu juga karena itu. Kadang walaupun sudah kita ganti, tetep aja masalah geter diawal AC ON tetap terjadi.

Kenapa sih masalahnya? Saya coba buatkan ilustrasi vacuum idle up pada kijang, agar jelas sebenarnya dan bagaimana sistemnya bekerja dan apa yang menyebabkan kok RPM bisa naik :)

tuas akan tertarik apabila AC ON menyebabkan RPM naik
terlihat ada jeda ketika AC ON


tuas idle up kita ganjel
penampakan setelah diganjal
selamat mencoba....:)

*uhuuk