Tujuan modifikasi kali ini adalah untuk memperbaiki waktu pengapian / timming dengan cara 'menipu' pergerakan mekanisme vacuum advancer yang ada di delco. secara singkat, waktu pengapian di delco berubah sesuai RPM di picu dari sedotan vacuum dan menarik tatakan/piringan delco sehingga lebih maju.
kasus yang serign terjadi adalah timming pada kijang kadang terlalu cepat majunya, mengakibatkan ngelitik, atau timming telat naik akibatnya mobil jadi bolot.
kondisi standar selang vacuum delco |
Pada kondisi standar, selang vacuum terpasang dua-duanya di vacuum delco. Pada selang warna merah, berfungsi mengaktifkan vacuum pertama untuk menggeser piringan delco di RPM bawah ke tengah. (hisapan vacumm sangat kuat) sedangkan selang warna biru pada diagram mengaktifkan vacuum kedua delco untuk rpm tengah ke atas. (hisapan vacuum lemah).
Dikarenakan sistemnya seperti itu, maka setelah baut timming delco tidak bisa terlalu tinggi. Apabila di set fix tinggi, ketika piringan bergeser akibat hisapan vacuum, maka timming nantinya akan terlalu dan mengakibatkan ngelitik pada saat start.
kaizen delco stage 1, selang vacuum di sumbat dua-duanya |
Pada stage 1, awalnya di picu karena kualitan BBM yang tidak menentu, kadang bagus kadang jelek. nah ketika jelek otomatis gejala ngelitik muncul, mau gak mau agar ngelitik hilang timming dibuat mundur, dengan mengorbankan performa mobil menjadi tidak responsif. Waktu pengapian dibuat fix pada setelan baut saja dan piringan delco di non-aktifkan pergerakannya dengan menonaktifkan hisapan vacuum dari karburator.
Dengan cara ini, gejala ngelitik hilang, timming di set sesuai maunya mesin, tetapi efek negatifnya di RPM tinggi mesing gak mau 'teriak lagi' karena timmingnya gak mau naik lagi.
kaizen delco stage 2, selang vacuum dari karbu di tukar dan salah satu selang di non-aktifkan |
Dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan kondisi standar dan stage 1, maka pada stage 2 ini selang yang tadinya di posisikan pada vacuum delco yang pertama di pindah posisinya menjadi di vacuum kedua, sedangkan vacuum kedua di non-aktifkan. Dengan cara ini, timming pada baut bisa di geser lebih maju lagi tanpa takut ngelitik, karena vacuum pertama sudah di nonaktifkan sehingga pada saat start timming sudah dibuat fix, dan ketika RPM tinggi vacuum delco kedua baru aktif menggeser piringan delco agar timming lebih maju lagi.
Update untuk skema pada karburator Kijang Jantan atau kijang tahun 92 kebawah atau yang skep kedua di karbunya tidak memakai sistem vacuum.
skema kijang jantan atau yang skep karburatornya belum memakai sistem vacuum |
apakah trik ini bisa juga di aplikasikan pada timor sohc om???
ReplyDeletejadinya makin parah nih ngelitiknya :D
ReplyDeleteoverhoul delconya oom, cek bearing piringan dan pernya kemungkinan udah lemah
Deletebeberapa kijang yang pernah saya settingin sih malah kebalikannya oom, malah lebih jambak tenaganya dan jadi jarang pindah gigi saat melewati polisi tidur atau berasa jadi naik matic tanpa ngelitik... hehehe
DeleteBang jali buat Corolla twincam gmna sama gak..atau ada modif lain..info ya
Deletemet siang.
ReplyDeletekalau overhoul delco, harus siapin part apa aja om?
biar gk bolak balik ke toko sparepart :)
Om nitip per delco dong om
ReplyDeleteKok divacum delcobada stelan puteran plastik ada tulisan A dan R gunanya untuk apa gan??
ReplyDeleteIkut nimbrung kawan.. Klw g salah putaran plastik itu namaya selektor oktan.. A itu advan dan R itu reverse.. Maaf klw salah
Deletesalken om harsono...
Deleteputeran plastik yg dimaksud itu biasanya ada di delco kijang 5K oom dan posisinya ada di belakang delco. A itu artinya Advance dan R itu Retard, gunanya sebagai fine tuning pada saat penyetelan timing pengapian agar lebih presisi dibanding memutar delco dengan mengendurkan baut terlebih dahulu. dan juga mempermudah pada saat penggantian jenis bahan bakar agar lebih optimal.
semoga membantu
Tanya mas2 dan bapak....
ReplyDeleteMobil saya kijang expo 7k 1998 karburator.
Kalo platina diganti ke cdi, apakah selang vacum yg mengarah ke atas (selang merah) hrs disumbat....?
salken om arifuddin....
Deletekalau kondisi set standar sih gak perlu oom, pakai urutan selang vacuum bawaan nya aja dulu. sebenernya sih gak ada hubungannya vecuum delco dengan pengapian CDI oom
semoga membantu
Permisi pak saya pengguna kijang 1994, apakah ketika performa saat tanjakan sangat kurang tenaga juga pengaruh vakum delco? Soalnya saat jalan landai bisa kenceng2 aja, namun saat tanjakan terasa minim tarikan, meskipun gigi rendah
ReplyDeletesalken om Jati....
Deletebisa jadi pengaruh, bisa juga dari faktor yang lainnya oom, misalnya dari flywheelnya, kampas kopling atau dari stelan timing yang terlalu maju padahal kondisi mesin tidak mampu atau tidak sehat...
semoga membantu
maaf bapak-bapak saya persaan dah lama tuh pake kijang 1998 sampe sekarang...pokonya kayak batu ali gampang gak ribet bisa di modifikasi, yang saya mau tanyakan untuk modivikasi naikan power,bisakah carbu di kawinkan dengan turbo? kalau ya bisa pake yang type apa? artinya persamaan dengan turbo di mobil apa?...
ReplyDeletesalken oom...
Deletekalau memasang turbocharger di mesin bensin, banyak yang perlu dipersiapkan oom apabila ingin memasang di mesin K series kijang, diantaranya menurunkan kompresi mesin, reinforce stang piston, mengatur clearance antara pinton dan boring di karenakan mesin turbo menghasilkan panas yang lebih tinggi agar piston tidak memuai dan bikin macet, mengganti oli mesin yang lebih bagus, menaikan tekanan oli sampai yang extreme adalah mengganti baut blok mesin apabila boost turbo mau dibikin besar.
untuk karburator sepertinya udah gak bisa lagi pakai karburator bawaannya, karena koin karbu dipastikan tidak akan kuat menahan tekanan turbo, jadi mengganti karburator itu adalah harus.
apabila sistemnya memakai supercharger, kemungkinan masih bisa karena sistemnya posisi supercharger itu setelah karburator, jadi masih mungkin. hanya penempatannya biasanya yang jadi masalah karena supercahrger itu memakai belt untuk memutar lewat pulley kruk as, jadi kemungkinan akan ada yang dikorbankan, dan biasanya paling gampang posisi kompresor AC
semoga membantu
Salam hormat!
ReplyDeleteKijang super 1991,pengapian sudah tepat 5°. Tapi saat selang vakum dipasang kembali pada vacum delco, mesin langsung mati. Mohon penjelasannya. Trima kasih banyak, Mas b
Untuk kijang grand exra 95 ,5k. Yg tepat aplikasi yang stage2 , atau yang mana ya...
ReplyDeleteyang tepat itu yang cocok oom sama kijang kita
DeleteBang kalo kita over houl mesin startx berat ap bsa dr efek stelan klep terlalu besar????standartx kan 13/23 klo sumpma d bkin 25/30 bsa smpai ngefek brat putran mesinx gag bang???thanks...
ReplyDeleteumumnya setelah overhoul setelan klep di bikin longgar dulu agar sitting klep menyesuaikan dulu sebelum nanti di 1000 km di setting kembali. Seinget saya malah berpatokan pada standar pabrikan itu 25/30 oom (dilihat dari sticker di firewall engine)
DeleteOm sy punya kijang 1989 rover sdh pengapian delco di tpi vacum delco rusak bagaimana cara perbaiki vacumnya om....juga berat kalau jalan tolong infonya lebih lanjut
ReplyDeletesalah satu cara memperbaikinya dengan cara mengganti vacuum delconya oom, buka baut plus di samping delconya lalu jangan lupa buka spi pengunci di dalam delco (buka tutup delconya)
Deletesemoga membantu
bang mau nanya kalau kijang ganti cdi cara pasangnya apa harus di cari topnya dulu trimaksih.
ReplyDeletesalken om antono...
Deletekalau ganti cdi nya segelondongan sam delconya yaa benar oom musti di cari dulu topnya supaya ketika dipasang mudah dan pas tidak bergeser...
semoga membantu
Om saya juga punya tua 1995 problemnya kenapa waktu selang vakum delco dipasang, dan vakum juga masih normal sewaktu ditarik gas masih main, tapi masalahnya Suara kenalpot kalau gas diturunkan/dikurangi meledak2 terima kasih solusinya
ReplyDeleteOm saya juga punya kijang tua 1995 problemnya kenapa waktu selang vakum delco dipasang, dan vakum juga masih normal sewaktu ditarik gas masih main, tapi masalahnya Suara kenalpot kalau gas diturunkan/dikurangi meledak2 terima kasih solusinya
ReplyDeletesiang om, saya coba geser delco. pas bagian selang vacum dilepas, rpm drop kaya mesin mau mati, pas disumbat rpm naik. Normalkah om?
ReplyDeleteOm cara ganti vacum delco gmna om ....soalnya punyaku kalo di gas vacum delco berputar
ReplyDeleteOm... Kalau uraian diatas bisa di terapkan ke kijang efi 1.8 2003 nggak om 🙏
ReplyDeleteSaya thn ini 2x ganti atau servis delco, malah makin ga enak gejala sering mati ngedadak dan kurang tenaga, apa nya yaa om
ReplyDeleteBang mau nanya nih .. saya ganti platina terus baut nya jatuh kedalam delco , apakah bahaya ?
ReplyDeleteOm mau tanya, saya pke kijang sgx thn 95. Jika kedua slang dipasang mesin ngelitik, jika slang merah(atas) dilepas rpm mesin normal tapi bermasalah ketika dihidupkan ac (rpm g mau naik). Mhon solusinya om trimakasih
ReplyDeleteMau tanya om suhu . Kijang ada bunyi di vacum distibutor . Ngatasi nya bagaimana ya ?? Terimakasih sebelumnyam
ReplyDeleteCara tes vakum delko yg rusak gimana y om
ReplyDeletegak perlu copot delco dulu, tapi di buka tutup distributornya. jalur selang vacum yg atas sedot sedot manual / pake mulut pake selang lain (lebih pendek). liat kalo ada pergerakan piringan platina / cdi nya maju mundur, berarti masih normal. kalo gak salah begitu setau saya ,..
DeleteSalam kenal,hormat ,,om,,,saya pake grand extra 5k,,agak ndut2an gas 30% saat oper ,,,klw pindah posisi slang kayak stage2, baut yg dimaksud gak trlalu tinggi itu baut mana,( stelan mananya),,,makasih sebelumnya 🙏🙏, mohon pencerahan
ReplyDelete